Showing posts with label Small stuffs. Show all posts
Showing posts with label Small stuffs. Show all posts

Sunday, May 8, 2011

The more lazy we become,....

Lama tak menumpahkan keluh kesah, karena things went so great lately....
saking great-nya, sampe gak nulis apa-apa....

Dari tim solek, finally, i met the great Dindin the make up artist. He is so brilliant and informative... (the pleasant way to say talkative) and i believe i'm in the good hands. Kekhawatiran tentang make up lenong and  the nightmare of me waking up in the morning, being not virgin and even worse having half cut eyebrow, will not happen (^_^) betapa leganya... he won't cut my eyebrows.

Even better, secara baju Resepsi sewa perdana, kita harus membahas bentuknya seperti apa. Policy dindin adalah, client hanya menentukan warna, and he decides the model. Dia segera notice bentuk badan aku yang agak seperti Xena the Warrior Princess dan langsung menyarankan modelnya seperti apa, ga boleh leher tinggi, dadanya jangan terlalu turun (maklum kan masi masa pertumbuhan, seperti kata si emak tukang urut *tampaarrr!*) dan blablabla.... So, i considered model untuk baju resepsi aman! Tinggal warnanya, aku ingin warna hijau celtic, seperti hijau Starbucks...
Si Kaki Berbulu benar-benar concern mencari contoh hijau yang aku mau. Sungguh ini hijaunya...

So far sih baru discuss itu aja. Mau ke catering untuk ngomongin dekor ga jadi (malas) jadinya memang agak kurang produktif ke Bandung kemaren... Band pun belum dapat... MC juga belum dapat... Tapi tak papa kan masi lama. Hahahah! Santai!

Lanjut, kita sudah menemukan tempat undangan, Rahayu printing di Pasar Tebet (hobi bener deh ke sono) niat hati menjadi kreatip, seperti pasangan Jade Ayu dan Adit (yang menjadi role model kami berdua... cuwiyee). Pengennya kaya undangan salah satu teman si Kaki Berbulu, selembar, selebar Wine List menu biasanya (yg panjang) tapi gak sepanjang itu, dan pinggir-pinggirnya laser cutting kruwil2 cantik ala si Muka Lebar.

Tapi apa daya... Pertama ke sana, ditengah jam Lunch, terburu-buru, kebelet boker pula. Jadi gak ngomongin apa-apa. Yang kedua, udara panas dan tempatnya lagi rame gila, si Rahayu Printing yang diwakilkan mas..... mas-masnya (lupa namanya) sakses membuat kita mati ide. Gak tau kenapa awalnya kita pengen gak ngikutin siapa-siapa, akhirnya kita super gak kreatip dan inopatip.... Jadinya kita mengambil randomly 3 undangan, jadi "Mas warnanya kaya gini dan gini, modelnya kaya gini yah, sama PLEK". Bayar DP, cabut. Bahkan, untuk tulisan dalemnya belom kita bikin. Hohoho... sungguh malas...

Ini lah contekan undangan kita, warna hijau-putih, design percis kaya yg pink ya mas!



Beberapa bulan lalu, high tension sih ngurusin perkewongan ini. Bulan ini we take it slow... Yang teriak-teriak my dearest butut, gara-gara persyaratan dokumen numpang nikah gak dikirimin juga... sabar napa mak... anaknya lagi sibuk...

Bulan ini juga ga belanja seserahan (we really spent hard last month), jadi mari kita lewati bulan ini dengan tenang tanpa insiden-insiden penting mengenai perkewongan....

Happy May!

Friday, April 22, 2011

I want the rock!

Memang yah mengurus perkewongan ini adalah pain in the 8ss... Tsaaah... Sudah berat beban dengan persaingan ketat memburu vendor-vendor harga pas dikantong kualitas pas dihati, pake disusah susahin dengan keinginan bride to be yang gak masuk akal. Kaya suatu siang bolong, si Muka Lebar tiba-tiba bilang "Ayang pengen cincing kewong berliong solitare, itu loooh yang kaya giniiii....."

Yang gambarnya diambil disini

Yang yah sodara-sodara kata tukang perhiasan, kalo solitaire berliannya musti gede (ya iya lah kecil mana asyik), biar bisa diiket. Yang harganya ala mak jang. Kalo tajir melintir juga masi mikir-mikir si Kaki Berbulu belinya . Ato liat-liat cincin disini bikin idung meler mata ngiler the beautiful company ....

Tapi yah diluar permintaan imaginer diatas, memang, bagian yang paling menghibur dalam mempersiapkan perkewongan itu adalah belanja seserahan. Asoi!  Ibarat, keringat dan air mata dibalas dengan fancy stuffs (barang-barang yang dibeli di fancy, kaen gituh?). Me likey!

Seserahan katanya isinya perlengkapan kebutuhan sang isteri nantinya... si Muka Lebar... dari atas ke bawah... (baca: si Kaki Berbulu Beliin tas, baju, makeup, sepatu dan lain-lain barang-barang kebutuhan si Muka Lebar...awww so sweet sekali) yang artinya belanja gak pake bayar. Nikmat bukan?

Dan kata majalah jumlahnya harus ganjil, tujuh lah (minimal *maunya*). Gitu. Yang kata the beautiful Jade Ayu a mom to-be, "jumlahnya sesuai sama tanggal lahir gue"... Langsung "YES!" dalam hati. "Gue lahir tanggal 25!". Sayangnya si Kaki Berbulu bukan penganut paham jumlah sesuai dengan tanggal lahir. Pokoknya ganjil... Huks... Yo wis...

Yang berdasarkan keinginan si Muka Lebar yang rada gak tau diri ini pengennya si seserahan terdiri dari:
1. Keperluan kerja (Baju Setelan, Sepatu, Tas);
2. Keperluan pesta (Kain, Sarung Batik, Selop dan Clutch);
3. Baju main (Atas Bawah, Sepatu sendal, Tas santai) ----> ditolak mentah-mentah
4. Peralatan ibadah;
5. Peralatan mandi (udah beli duluan, jauh sebelom mau nikah, karena belom dipake dimasukin jd seserahan *semoga gak expired*) dan handuk;
6. Pakaian dalam;
7. Parfum -------> ditolak mentah-mentah
8. Jam tangan ------------> ditolak juga
9. Perhiasan (si Muka Lebar naksir mutiara bulat putih, cantik sekali, sangat classy di INA CRAFT ketika ditanya "berapa?" si ibu dengan cuek "281", si Muka Lebar "ini perbutir atau sudah semuanya? *setelah melihat lebih dekat si kalung cantik tidak terikat hanya dibetuk kaling di kotak", "itu satu kalung " jawab si ibu, masih cuek "dua ratus delapan puluh satu juta..." lanjut si ibu *pingsanlah si Muka Lebar*).
10. Make Up (maunya se perawatan muka sekalian!)
11.Hape kembar Corby Samsung yang iklannya Rangga(nteng blas) sama Cinta(ekk) ----> Jelas doi ga mau
12.Baju fitnes kalo bisa ----> jelas-jelas ditolak
13. Pengennya mixer, juicer dan peralatan masak lainnya ------> susah bawanya (Ingat acara di Bandung musti balik ke Jakarta lagi, beli di Jakarta. Bulak balik Jakarta-Bandung-Jakarta itu seserahan)

Sekian yang baru terfikir,sementara si Muka Lebar pengen ngasih balik si Kaki Berbulu, pengen aja soalnya kan si Muka Lebar baik hati dan tidak sombong

si Kaki Berbulu pun nunjuk barangnya gak kira-kira "I pad dong sayang", "Kaos Buaya dong sayang yang bisa dipake buat lapisan tuxedo...*dilanjut dengan* gimana kita kawinnya pake kaos itu aja?" (crocodile maksud kamu sayang?). Untung so far si Kaki Berbulu beli barangnya masi wajar dan beberapa item mengandalkan kartu diskon dan promo cc.

Dari belanja seserahan ini juga dapat terlihat, seberapa boros pasangan kita nanti ... Damn, semoga kita gak pingsan ngeliat tagihan CC buldep yah sayang...

Tuesday, April 5, 2011

Oh... we have to register

Halo apa kabar perkewongan? Lama tak terdengar, si Edho dari D&D kapan itu bbm-an. "Kemana aja gak ada kabarnya, mau nanyain Akadnya jam berapa?", sama "Kang Dindin mau ketemu...". Aduh punten pisan kang, akika habis pelesir. Ngomong-ngomong si Muka Lebar belom pernah ketemu juga dengan juru soleknya, kang Dindin... Hehehe...

Memang nikmat jalan-jalan melupakan segala kesusahan duniawi. Hahahaha!

Beberapa saat lalu, sebelom pelesir, My MIL to be sempat menanyakan, "Udah daftar penghulu belom? Kan tanggal kamu bagus, nanti penuh", dengan tololnya si Muka Lebar bilang "Kalo gak dapet kan gpp?" *menurut agama gitu bukan, mempelai-akad-wali-saksi? Ditambah baca satu blog yang cerita penghulunya telat dateng jadi pernikahan dilangsungkan tanpa penghulu, jado boleh dong? Maksud hati terdalam gak pengen ribet ngurusin begituan sekarang... Nanti ajah*, beliau dengan spontan langsung "Kamu mau nikah siriiiii?".... Tante tenanggggg gak gitu maksudnya, nanti juga bisaaa... Akad dulu, pencatatan menyusul. Dan akhirnya terpaksa si Muka Lebar jawab "Iya, nanti dicari", dengan tambahan "Jangan lupa loh, nanti kamu gak kedapetan"

Yang mana sampe pergi pelesir pun belom di urus itu urusan...


Di tengah liburan tiba-tiba, Muka Lebar's lovely aunty called (selain ada juga email kerjaan, ternyata the mighty senior lupa si Muka Lebar cuti.. Hohoho. Maap), yang gak diangkat tapi dibalas cukup sms saja (maklum roaming).
"Kenapa bi? Masih liburan nih, telpon roaming... " *ponakan pelit pulsa*, ternyata tante gue nanyain data si Kaki Berbulu rupanya beliau sedang di KUA, daftar... Heuhuhu. Maap kan ponakanmu yang bodoh ini, bi...

Good newsnya, urusan KUA beres! 

--------------------------------------------------------------------------------
Sotoy, itu mikirnya pas jalan-jalan....

Balik ke Indonesia ditelpon lagi ternyata masi ada yang musti di submit. Ternyata gak kaya daftar gedung, dateng nyatet bayar. Musti pake ngasi foto, dokumen blablabla,copy id, hadeh ribet... (Makanya sih ditelpon bukannya diangkat, jadi gak jelas informasinya...)

Mana bayarnya mahal pulak... Ckckckck... Kewong aja ribet amat sih...

Friday, March 18, 2011

Like a G-6

Seperti yang telah didiskusikan sebelumnya. Urusan pernikahan ini sungguh luar biasa bambetnya...
Jadi kisah ini terjadi jauh-jauh-jauh sebelom tim solek ditemukan...

Jadi karena pindah acaranya, dan pihak-pihak pelaksana perkewongan ini newbie (keluarga si Muka Lebar), jadilah proses pencarian dari awal ini pain in the *ss! So, many things to be booked, limited budged and the other bridezillah dan groomzillah make it worst dengan nge-tagggg semua vendor-vendor bagus dengan harga ekonomis H-365... Sintiang!

Ditambah lagi ide-ide para ibu:
si Muka Lebar: "Aduh, di Bandung, mahal vendornya...."
My beloved butut: "teh biar ga pusing, kita pake aja dekor, solekan, dll... semuanya dari Surabaya, daripada di Bandung mahal teh..." *buju buset, gedungnya gak sekalian mah, bawa dari Surabaya*
si Muka Lebar: "Iya tante di Bandung make up-nya mahal..."
My MIL-to be: "Temen tante ada tuh, suka rias manten.. udah sepuh sih, umurnya 90, tapi masih bisa rias manten kok..." *nanti hasilnya si Muka Lebar kaya riasan ratu-ratu tanah jawi jaman Majapahit trek dung dung cesss... -sepurane sing katah nggih mbah.. si Muka Lebar sek enom...nek ngomong ya ngomo kuwi... HALAH bahasa Jawa taunya cuma seiprit sok2an...-*  

si Kaki Berbulu juga gak memberikan kontribusi solutif, misalnya:
si Muka Lebar: "Aduh belom dapet entertaiment nih... Apalagi buat attract the crowd (pas mempelai masuk, semua tamu akan memperhatikan kita)"
si Kaki Berbulu: "gampang, undang Aura Kasih aja... pasti org langsung pay attention apalagi kalo bugil..." *iya elo seneng, ampe ngeces.. *
si Muka Lebar: "aku pengen ada saxofon, biar bisa jazz... gimana yah?"
si Kaki Berbulu: "temen aku ada pemanin saxofon, SKA..." *abis itu moshing kita*

dan banyak ide imaginer lainnya kaya "jangan tim solek ini, tempat orang kawin dua kali, liat CPP-nya udah tua semua" ato "kamu cocok banget pake baju ini (foto pengantin pake sarung kotak2 ijo orange, dengan riasan kepala ala eryka badu)", dll....

Semua ide-ide si Kaki Berbulu yang imajiner dan bikin si Muka Lebar ringan tangan (pengen nabok bawaannya), maka diputuskan lah, suatu hari sabtu yang mendung, si Kaki Berbulu fitnes, sementara yang mengurusi perkewongan si Muka Lebar, si Wabistan dan si Liatuz (bintang tamu dari Surabaya) tujuan kita ke toko kain untuk membeli kain lamaran dan survey seragam buat keluarga dan sahabat...

Destinasi Pasar Baru, karena si Wabistan nampaknya suka malak disini dan cukup mengenal tidak hanya preman setempat tapi juga toko kain bagus dengan harga bersahabat... Hahaha, bagus kan.

Perjalanan dimulai, dari nunggu Wabistan di Bakoel Koffiee sambil belajar bahasa Belanda dari temen Liatuz yang orang Belanda dan namanya si Muka Lebar ga tau cara nulisnya lupa, pokoknya nyebutnya "nude". Untung doih gak nude... wkwkwk... Si Wabistan akhirnya datang (telat abis ngumpulin setoran dari preman pasar), dan cabut lah kita ke Pasar Baru.

Dari pertama, si Muka Lebar merasa matanya terasa tidak enak karena gak pake kacamata (ketauan deh si Muka Lebar pake kaca mata, wkwkwkwk), di toko kain yang dituju, (namanya lupa, yang jual India *ya iya lah!*), ditengah pemilihan warna (si si Muka Lebar bilang "Hijau Celtic mas", si masnya "Hijau Botol Mba",si Muka Lebar "yang kaya hijau star buck, mas" dan si mas "ya hijau lumut?"... yah what ever lah mas...)

Untungnya setelah ditunjukan beberapa hijau, si Muka Lebar tertarik dengan so called- the most beautiful green that she has ever seen... semi french lace pulak, dengan nego-nego wabistan dapet harga bagus (curiga nego-negonya ngurangin "uang kemaanan" jatah doi, but thanks mannn!) langsung dipeluk dan gak mau dilepas. HAHA!

Kemudian cari warna putih untuk akad, tiba-tiba, entah karena ramai, penuh brokat cantik dan mahal gak karu-karuan (gak mampu kasiang), tiba-tiba, tanah bergoyang, hohoho... jadilah kita pindah ke toko yang less crowded dengan kursi (masih jajahan langganan si Wabistan) dan karena tak kuat berdiri si Wabistan dan Liatuz yang mencari kainnya...

Singkat kata setelah, sakit kepala tak tertahankan muter2, gedok-gedok, tipsi-tipsi, badan mulai terasa ringan i feel like i'm flying (in the worst way that i could imagine)... untung ga pake nyanyi "I'm flying so high like a G-6.. like a G-6... When sober girls around me, they'd be actin' like they drunk" sambil jejogetan... Tak kuasa menahan sakit (lebay) akhirnya nelpon si Kaki Berbulu nangis-nangis (sampe nelpon resepsionis tempat fitnes, si embak ngomongnya "Pak, telpon dari istrinya "EMERJENSI" pak!", tahunya kemudian setelah si Kaki Berbulu cerita "Damn, ketauan bini gue fitnes disini---> that makes me the other woman,red" ) akhirnya, si Muka Lebar terkapar di UGD di sebuah rumah sakit di Jakarta Tengah.

Kata dokternya, si Muka Lebar sutresno dan kecapekan... (secara medis pembuluhdarah otak menyempit dan oksigen ngalir dikit dan blablbalbna ^%&()(!@#@@#).

Tapi yang penting kebaya hijau celtic terbeli YES!